Kalau main ke Kota Hujan, pilihan kuliner berkuah biasanya tidak jauh-jauh dari soto kuning atau soto mie. Namun, kehadiran sebuah tempat makan baru di kawasan Bogor sukses memecah dominasi tersebut lewat sajian khas Sulawesi Selatan yang tak biasa. Mengincar lidah anak muda yang ingin nongkrong santai, kedai unik ini menyajikan coto makassar di Bogor dengan tempat bergaya ala kafe Gen Z dan kuah ramah pencernaan.
Berbeda dari rumah makan tradisional pada umumnya, gerai ini memilih tampil nyentrik dengan mendominasi tempatnya menggunakan warna merah muda (pink). Desain visual ini sengaja dirancang agar terkesan seperti tempat nongkrong kasual ketimbang kedai soto konvensional. Pendekatan tersebut diambil untuk memikat perhatian generasi muda (Gen Z) agar lebih membaur dan tidak canggung saat menikmati kuliner nusantara.
Modifikasi Resep Ramah Kesehatan Tanpa Santan dan Susu
Secara formulasi rasa, hidangan yang disajikan telah disesuaikan agar selaras dengan preferensi masyarakat Jabodetabek, khususnya warga Bogor yang terbiasa dengan karakter soto gurih dan kental (creamy). Menariknya, tekstur kental pada kuahnya dihasilkan tanpa mengandalkan santan ataupun campuran susu sama sekali.

Inovasi resep ini menghasilkan sajian yang lebih rendah lemak dan aman dikonsumsi oleh konsumen yang memiliki kendala pencernaan terhadap olahan susu atau santan. Meskipun dibuat lebih ramah kesehatan, racikan rempah khas Nusantara di dalamnya tetap dipertahankan agar tidak kehilangan identitas rasa aslinya.
“Awalnya ide ini muncul karena bunda dan istri saya punya garis keturunan Ambon serta banyak kerabat di Makassar. Coto racikan bunda selalu jadi hidangan wajib saat acara keluarga dan Lebaran. Ketika anak-anak dan cucunya mulai besar, bunda merasa kesepian di rumah. Akhirnya kami berinisiatif membantu menjualkan coto racikannya agar bunda punya aktivitas harian. Untuk menggaet pasar muda, kami mengemas tempat ini dengan konsep merah muda agar tidak terkesan terlalu tradisional. Melalui modifikasi kuah tanpa santan dan susu ini, kami berharap sajian coto makassar di bogor bisa lebih sehat serta diterima luas oleh lidah masyarakat di Jabodetabek,” jelas Muhamad Ridel selaku pemilik usaha.
Rantai Distribusi Dapur Rumah dan Pengolahan Langsung di Gerai
Sistem operasional di kedai ini terbagi ke dalam dua proses kerja. Proses pengolahan awal dan pematangan kuah kaldu dilakukan di dapur utama yang berlokasi di rumah. Setiap pagi, bahan-bahan yang telah siap diproses langsung dikirim ke gerai untuk menjaga konsistensi rasa dan standar higienitasnya.

Sementara itu, proses penyelesaian akhir seperti pembakaran daging, penyesuaian porsi, dan penyiapan hidangan dilakukan secara langsung di gerai saat konsumen memesan. Kombinasi antara cerita hangat keluarga, inovasi resep ramah kesehatan, serta konsep tempat yang unik ini menjadi warna baru dalam peta persaingan kuliner berkuah di Kota Hujan.
View this post on Instagram



