Industri kopi di Indonesia terus mengalami perkembangan yang dinamis, ditandai dengan munculnya berbagai inovasi produk yang berfokus pada kemudahan konsumsi. Salah satu tren baru yang mulai mendapat perhatian di kalangan pencinta kafein adalah kemunculan espresso pouch. Melalui brand Tiba Suka, produk kopi konsentrat cair dalam kemasan kantong mini ini hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan kepraktisan tanpa harus mengorbankan kualitas rasa murni dari bijih kopi.
Perjalanan Tiba Suka di industri ini bermula pada tahun 2020 saat situasi pandemi Covid-19 melanda. Sang pemilik, Yudha Tito Saputra, yang kala itu kehilangan pekerjaan memutuskan untuk memanfaatkan waktu luangnya dengan merintis usaha kopi susu literan berbasis sistem pre-order atau PO bersama istrinya. Setelah mencatatkan penjualan hingga 100 liter pada bulan pertama, usaha tersebut terus berkembang hingga mereka mampu membuka kedai fisik memanfaatkan area garasi rumah pada tahun 2021, sebelum akhirnya meluncurkan produk inovasi kemasan kantong pada tahun 2024.
Asal-Usul Ide dan Pengembangan Kemasan Pouch

Ide awal pembuatan produk espresso pouch ini muncul dari kebiasaan pribadi pemilik yang gemar mengonsumsi kopi saat melakukan perjalanan. Untuk menunjang mobilitasnya, ia sering membawa konsentrat kopi sendiri menggunakan botol-botol berukuran kecil. Dari pengalaman tersebut, ia melihat adanya peluang pasar yang belum banyak digarap di dalam negeri untuk kategori kopi murni siap minum atau ready to drink dalam kemasan ringkas.
Melalui proses pencarian informasi, ditemukan bahwa konsep minuman kemasan kantong mini ini sebenarnya sudah populer di luar negeri, salah satunya di Tiongkok. Di negara tersebut, variasi menu yang ditawarkan tidak terbatas pada komoditas kopi saja, melainkan mencakup jenis minuman lain seperti matcha dan madu. Terinspirasi oleh kepraktisan sistem tersebut, Tiba Suka memutuskan untuk mengadopsi kemasan serupa dengan mendatangkan wadah kantongnya langsung dari Tiongkok pada tahap awal produksi.
“Awal-awal kita justru mengimpor pouch-nya dari sana, kita beli pouch-nya terus kita riset di sini. Setelah kita cari-cari wah udah ada nih, kayaknya praktis banget. Pas komposisinya sudah pas, rasio dan rasanya sudah pas, baru kita launching di sini,” kata Yudha Tito Saputra saat menjelaskan proses awal pengembangan produknya.
Proses riset dan pengembangan formula untuk produk ini berjalan relatif singkat, yakni sekitar satu bulan. Hal ini dikarenakan manajemen Tiba Suka sudah memiliki basis profil rasa yang matang dari kebiasaan konsumsi harian mereka, sehingga proses penyesuaian rasio cairan di dalam kemasan baru bisa diselesaikan dengan lebih efisien sebelum resmi dilepas ke pasar.
Karakteristik Bahan Baku dan Penggunaan Bijih Kopi
Secara karakteristik rasa, espresso pouch ini menggunakan bahan baku bijih kopi jenis Arabika premium tanpa adanya campuran bijih Robusta. Keputusan penggunaan jenis Arabika didasarkan pada karakteristik rasanya yang memiliki tingkat keasaman alami yang cenderung menghasilkan sensasi rasa buah atau fruity. Profil rasa seperti ini dinilai lebih ramah dan nyaman untuk dinikmati secara langsung oleh para konsumen yang baru mulai mengeksplorasi dunia kopi murni.

Formula konsentrat di dalam kemasan ini dirancang agar memiliki titik keseimbangan rasa yang pas di tengah, sehingga sifatnya fleksibel saat diaplikasikan oleh konsumen di rumah atau di perjalanan. Produk ini tetap mempertahankan karakter rasanya yang kuat baik saat dicampur dengan susu menjadi menu white, ditambah air menjadi americano, maupun dikonsumsi langsung tanpa tambahan apa pun.
Tantangan Daya Tahan dan Metode Penyimpanan

Kopi konsentrat cair murni tanpa pengawet memiliki sifat alami yang rentan mengalami perubahan rasa menjadi terlalu asam atau basi jika tidak ditangani dengan benar. Untuk mengatasi kendala tersebut, manajemen menekankan pentingnya isolasi cairan dari paparan oksigen luar serta menjaga kestabilan suhu penyimpanan produk.
-
Penyimpanan Suhu Ruang Jika diletakkan pada suhu kamar dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, produk ini murni hanya dapat bertahan berkisar antara tiga hingga lima hari saja.
-
Penyimpanan Suhu Dingin Apabila dimasukkan ke dalam mesin pendingin atau chiller, umur simpan produk dapat diperpanjang secara aman hingga mencapai waktu 14 hari.
-
Penyimpanan Suhu Beku Untuk kebutuhan stok jangka panjang, penyimpanan di dalam wadah pembeku atau freezer direkomendasikan karena mampu menjaga kualitas kopi selama satu hingga dua bulan dengan catatan kondisi cairan membeku sempurna.
Ketiadaan campuran unsur gula maupun susu di dalam cairan produk menjadi faktor utama mengapa espresso pouch ini memiliki ketahanan simpan yang jauh lebih panjang dibandingkan produk kopi siap minum pada umumnya. Melalui edukasi metode penyimpanan yang tepat kepada pelanggan, inovasi kemasan ini diharapkan dapat terus menjadi solusi praktis bagi penikmat kopi dengan mobilitas tinggi.
View this post on Instagram



