Home Brand Library Mengintip Pabrik Puff Pastry Frozen Asli Bandung, Usianya Sudah Lebih Dari 30...

Mengintip Pabrik Puff Pastry Frozen Asli Bandung, Usianya Sudah Lebih Dari 30 Tahun

Bagi pencinta kudapan manis dan gurih, nama Bandung tentu tidak bisa dipisahkan dari surga kuliner roti dan pastry. Namun, pernahkah Anda membayangkan dari mana kafe-kafe lokal atau dapur rumah tangga mendapatkan kulit puff pastry yang renyah dan berlapis sempurna tanpa harus repot membuatnya dari nol? Untuk menjawab rasa penasaran itu, kami berkesempatan mengunjungi langsung dapur produksi Stella’s Pastry di Bandung, sebuah tempat yang memotong semua kerumitan baking menjadi lembaran adonan beku siap pakai.

Begitu melangkah masuk ke area operasionalnya, aroma wangi margarin langsung menyambut hidung dengan lembut. Suasana di dalam ruangan terasa begitu hidup namun tetap teratur. Berbeda dengan pabrik raksasa yang kaku, tempat ini terasa hangat karena alur kerjanya yang padat namun mengalir santai. Uniknya, seluruh keajaiban pembuatan adonan ini ternyata dipusatkan di dalam satu ruangan utama saja. Di ruangan inilah, sebanyak 16 orang karyawan produksi tampak sibuk dan cekatan mengoperasikan mesin dengan ritme yang terjaga.

Menyaksikan Kesibukan Dapur Produksi yang Menghasilkan 1,5 Ton Adonan

Melihat para pekerja di sini beraktivitas memicu kekaguman tersendiri atas bagaimana sebuah adonan frozen puff pastry dipersiapkan dengan sangat rapi sebelum siap disajikan ke konsumen. Di dapur Stella’s Pastry, persiapan itu dilakukan dalam skala yang luar biasa besar.

Dari apa yang kami lihat dan dengar di lokasi, ruangan tunggal ini ternyata mampu memproduksi sekitar 1 hingga 1,5 ton adonan setiap harinya. Angka tersebut setara dengan 1.000 hingga 2.000 lembar kulit pastry siap pakai yang dicetak per hari. Setiap lembar adonan ditimbang dengan saksama hingga menyentuh gramasi standar seberat 750 gram. Kami sempat memperhatikan bagaimana adonan tersebut digilas melewati mesin khusus agar margarin di dalamnya tercampur merata ke seluruh lapisan, lalu dilipat secara manual dengan tangan-tangan terampil para pekerja sebelum akhirnya dibungkus rapi dan ditumpuk di dalam ruang pembeku.

Kisah di Balik Lemari Pembeku Amerika Serikat

Di sela-sela kunjungan, kami mengobrol santai mengenai asal-usul bisnis keluarga yang ternyata sudah berjalan hampir 25 sampai 30 tahun ini. Kisah mulanya ternyata cukup menggelitik. Merek ini dirintis oleh sang ayah yang sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan di bidang seni rupa namun sangat hobi memasak. Sekitar tahun 1996 atau 1997, saat orang tuanya sedang tinggal di Amerika Serikat dan menginap di rumah sang tante, mereka terkejut karena disajikan hidangan panggangan yang enak secara mendadak dari dapur yang kecil.

Rasa penasaran membuat sang ayah diam-diam mengintip isi lemari pembeku di rumah tersebut. Di sanalah beliau pertama kali menemukan produk adonan siap pakai yang instan. Ide itu terus disimpan dan akhirnya diwujudkan sekembalinya ke Indonesia hingga melahirkan Stella’s Pastry yang kini dipegang oleh sang anak sebagai generasi kedua.

Adriel Tan selaku penerus usaha menceritakan bagaimana beliau melihat adonan ini bukan sekadar bahan makanan biasa. Baginya, produk ini menyimpan potensi seni yang sangat luas karena bentuk visual kemasannya yang unik.

“Pastry itu seperti kanvas kosong, adonan yang bisa dibuat menjadi apa saja. Menariknya produk turunan ini, dari warna kemasan, jenis huruf, warna merek yang dibuat ayahku, semuanya bisa dikembangkan. Sebenarnya ada banyak ide untuk membuat produk merchandise lain seperti tas atau fashion, tapi untuk saat ini aku memilih fokus kembali pada bisnis utama untuk menjaga stabilitas penjualan,” cerita Adriel Tan sambil tersenyum.

Tips Memanggang Kulit Pastry Agar Mekar Sempurna

Sebelum mengakhiri kunjungan, kami juga disuguhi demonstrasi langsung bagaimana adonan lembaran frozen puff pastry ini disulap menjadi aneka piringan lezat. Kami melihat proses pembuatan bolen lilit isi pisang keju yang simpel, pai daging sosis yang gurih, hingga menu mewah seperti salmon wellington yang dibalut bayam dan cream cheese. Cara pakainya sangat mudah, konsumen hanya perlu membiarkan adonan beku ini melunak di dalam kulkas biasa hingga mencapai suhu ruang sebelum siap dikreasikan.

Para pekerja di dapur juga membagikan tips penting mengenai suhu panggangan yang ideal, yaitu berkisar antara 180 hingga 200 derajat Celcius. Durasi memanggangnya bervariasi tergantung jenis isiannya. Menu bolen keju membutuhkan waktu sekitar 20 menit, kreasi buah persik sekitar 25 hingga 30 menit, dan pai daging sosis cukup 15 menit saja. Sementara untuk menu salmon, suhu oven diturunkan sedikit ke angka 175 derajat Celcius selama 20 sampai 25 menit. Jika menggunakan oven dek manual di rumah, pastikan untuk membalik loyang pada 15 menit pertama agar hantaran panasnya merata dan kulit pastry mekar dengan cantik.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x