Home Savory & Sweet Dari Dapur Garasi Menjadi Satu-Satunya Bakery Bersertifikat Ramah Anak di Kota Bogor

Dari Dapur Garasi Menjadi Satu-Satunya Bakery Bersertifikat Ramah Anak di Kota Bogor

Bagaimana jadinya jika sebuah tempat makan yang melabeli dirinya sebagai bakery justru lebih diburu karena sajian piza piringan besarnya? Keunikan kontradiktif inilah yang menjadi daya tarik utama saat berkunjung ke gerai kuliner ini. Alih-alih menyajikan piza dengan adonan tipis dan renyah khas Eropa, tempat ini justru mendobrak pakem tersebut dengan memformulasikan piza bertekstur sangat empuk yang disesuaikan dengan selera lokal masyarakat Indonesia. Langkah inovatif ini sukses membawa gerai tersebut bertransformasi menjadi salah satu destinasi pizza house Bogor yang populer untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Perjalanan Bisnis dari Konsultan Politik Hingga Dapur Garasi

Kehadiran tempat makan ini tidak bisa dilepaskan dari rekam jejak sang pemilik, Devia Sherly. Sebelum mendedikasikan waktunya di dunia tepung dan panggangan, beliau memiliki karier yang sangat bertolak belakang, yaitu sebagai konsultan branding politik untuk beberapa gubernur di Indonesia, sekaligus menjalankan bisnis event organizer (EO).

Ketika pandemi Covid-19 melanda dan melumpuhkan seluruh aktivitas industri kreatif karena tidak adanya acara, Devia Sherly memilih untuk beralih haluan. Beliau mengosongkan garasi mobil di rumahnya, mengeluarkan seluruh kendaraan, dan menyulap ruang tersebut menjadi dapur produksi darurat. Modal awalnya dimulai secara mandiri dengan merekrut seorang anak yang baru lulus sekolah menengah atas untuk diajarkan teknik dasar baking. Guna menghasilkan standar kelembutan adonan yang konsisten dan menghindari tekstur yang keras, proses uji coba resep dilakukan secara terus-menerus selama enam bulan.

Perkembangan usaha yang semula berjalan secara daring dari garasi ini kemudian berlanjut dengan keputusan menyewa sebuah ruko selama dua tahun. Namun, keterbatasan ruang ruko yang sempit dan memaksa pelanggan naik ke lantai dua membuat Devia Sherly kembali memutar otak setelah masa kontrak habis. Beliau kemudian memindahkan operasionalnya ke lokasi baru dengan mengusung konsep back house style yang lebih homie layaknya di rumah sendiri. Keputusan perpindahan ini terbukti membuahkan hasil positif dengan melonjaknya jumlah pelanggan hingga dua kali lipat.

Mengantongi Sertifikat Resmi Sebagai Tempat Makan Ramah Anak

Sebagai sebuah pizza house Bogor yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan, tempat ini tidak hanya menjual kualitas rasa makanan. Karena sebagian besar konsumen yang datang kerap membawa anak-anak hingga orang tua lanjut usia, keamanan lingkungan menjadi prioritas utama. Komitmen ini dibuktikan dengan keberhasilan mereka meraih sertifikasi resmi sebagai tempat usaha ramah anak dari Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Berkat pencapaian tersebut, gerai ini menjadi satu-satunya bakery di kota ini yang sukses mengantongi sertifikat ramah anak.

Fasilitas pendukung di area luar ruangan juga ditata secara khusus untuk menciptakan suasana natural yang menenangkan. Pengunjung dapat bersantap sambil menikmati pemandangan sangkar burung besar atau mini aviary yang dilengkapi dengan kolam ikan. Kehadiran elemen alam dan suara gemercik air ini sengaja dihadirkan agar para tamu merasa nyaman, baik saat menikmati makan dengan keluarga maupun ketika sedang melangsungkan pertemuan bisnis.

“Mengapa saya memilih konsep homie karena pelanggan kami cenderung berorientasi pada keluarga. Kami membangun area mini aviary agar anak-anak menikmati melihat hewan seperti burung dan ikan, sehingga benar-benar terasa seperti di rumah dan membuat mereka nyaman makan,” tutur Devia Sherly selaku pemilik.

Strategi Mempertahankan Mutu dan Efisiensi Produksi

Adonan piza lembut yang diproduksi di sini dirancang agar tidak mudah mengeras atau menjadi kaku meskipun baru dikonsumsi keesokan harinya. Konsumen yang membawa pulang hidangan ini cukup menghangatkannya kembali menggunakan teflon di atas api kecil, microwave, ataupun air fryer tanpa merusak kelembutan rotinya. Dari yang semula hanya menawarkan tiga varian, kini menunya telah berkembang menjadi tujuh pilihan rasa yang mencakup kombinasi daging sapi, ayam, dan keju penuh, serta rencana peluncuran varian vegetarian berbasis jamur, paprika, dan nanas jelang bulan Ramadan.

Pada hari kerja biasa, volume penjualan minimal mampu mencapai seratus porsi per hari, dan akan meningkat secara signifikan ke angka dua ratus hingga tiga ratus porsi ketika akhir pekan tiba. Untuk mendukung produktivitas harian yang masif tersebut, dapur produksi mereka mengandalkan perangkat modern berupa mikser, proofer, serta oven dek merek EPPK yang terkenal tangguh dan baru diservis satu kali selama enam tahun pemakaian.

Meskipun potensi pengembangan bisnis ini terbuka lebar melalui skema kemitraan atau waralaba hingga ke luar daerah seperti Kalimantan Timur, Devia Sherly memilih untuk menahan diri. Beliau lebih mengutamakan pertumbuhan bisnis yang berjalan secara bertahap demi menjaga standardisasi kehalalan, keaslian rasa, serta mutu produk piza lembutnya agar tetap terjaga dengan baik dalam jangka panjang.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x