Home Cafè & Resto Kopitalis, Micro Roastery Bogor yang Bermula dari Motor Honda 70

Kopitalis, Micro Roastery Bogor yang Bermula dari Motor Honda 70

Di Ciampea, Bogor Kabupaten, ada sebuah usaha kecil yang bekerja di sektor yang tidak banyak orang perhatikan. Namanya Kopitalis, sebuah micro roastery yang bergerak di bidang pengolahan biji kopi mentah menjadi kopi siap saji. Produknya disuplai ke kafe, restoran, hotel, hingga peminum rumahan.

Biji kopi dan kopi bubuk adalah dua produk utama yang mereka jual. Untuk kopi bubuk, segmennya lebih banyak ke peminum rumahan, sementara biji kopi menyasar pelaku bisnis F&B.

Dari Gerobak Motor ke Roastery

Kopitalis tidak lahir langsung sebagai roastery. Brand ini mulai dibentuk pada Desember 2016, dan di awal perjalanannya, cara mereka berjualan jauh dari kesan serius.

“Dari Desember 2016 itu kita jualan kopinya pakai motor Honda 70. Jadi ada toko bengkel kayak gitu, dia bukanya jam tujuh sampai sore, nah kita nempatinnya di halaman toko bengkel itu,” cerita Bambang Okta, salah satu pendiri Kopitalis.

Selama sekitar tiga bulan, mereka berjualan dari gerobak motor sambil masih mengambil biji kopi dari sumber lain, belum memproduksi sendiri. Bisnis awal mereka saat itu lebih dekat ke konsep kopi street ketimbang roastery.

Setelah berani pindah ke ruko kecil berukuran dua kali dua meter dengan konsep kedai kafe, barulah setelah berjalan sekitar setahun mereka membuka roastery di tempat yang lebih besar. Dari situlah produk biji kopi Kopitalis mulai terbentuk.

Dua Saudara, Satu Keputusan

Kopitalis dibangun oleh Bambang Okta dan Ridwan Hakim, dua orang bersaudara. Ide awalnya bukan roastery, bahkan bukan kedai kopi. Awalnya Bambang mengajak bisnis kopi sachet menggunakan gerobak, ide yang kemudian berkembang ketika tren kopi sedang naik daun bersamaan dengan booming film Filosofi Kopi.

“Pas dijalanin, oh ternyata jenjangnya bukan hanya sekedar di bisnisnya aja, di industri kopi ini akhirnya mulai diseriuskan,” ungkap Ridwan Hakim.

Dari sana mereka belajar roasting, ikut kelas, aktif bertanya dan berbagi pengetahuan dengan sesama pelaku industri kopi. Sesuatu yang bermula dari kebiasaan ngopi bersama dan sering membawa kopi sachet saat traveling pelan-pelan berubah menjadi bisnis yang serius.

Cara Kopitalis Membaca Profil Kopi

Sebagai micro roastery, pemahaman soal biji kopi dan proses pengolahannya menjadi bagian penting dari keseharian Kopitalis. Biji kopi yang sama bisa menghasilkan karakter rasa yang berbeda tergantung bagaimana proses pasca panennya dilakukan.

Ada tiga metode utama yang umum digunakan. Proses full wash menghasilkan karakter yang lebih bersih dengan aroma bunga yang dominan. Proses honey membiarkan lendir buah kopi tetap menempel saat penjemuran, menghasilkan rasa yang lebih manis. Sementara proses natural, di mana buah kopi dijemur utuh hingga kadar air tertentu, cenderung menghasilkan karakter yang lebih kompleks dan fruity.

Ada pula proses eksperimental seperti anaerob yang belakangan semakin banyak beredar di pasaran. “Kalau yang eksperimental, natural, dia lebih karakter yang buah-buahan, kayak grape, terus nanas, kayak gitu suka ada di dalam rasanya,” jelas Bambang Okta.

Tingkat sangrai juga memengaruhi hasil akhir. Untuk es kopi susu, sangrai yang lebih gelap biasanya dipilih. Untuk kopi filter atau seduh manual, tingkatnya lebih terang agar karakter asli biji kopi lebih terjaga.

Tantangan di Sektor Tengah Industri Kopi

Berada di posisi antara petani kopi dan pelanggan akhir bukan tanpa tantangan. Sebagai penyambung dari hulu ke hilir, Kopitalis harus membayar biji kopi ke petani di muka karena panen hanya terjadi setahun sekali, sementara pembayaran dari pelanggan bisnis bisa datang belakangan.

“Kita penyambung dari hulu ke hilir. Kadang kan dari hilir barangnya udah nyampe tapi payment-nya dua bulan ke belakang, kita ke hulu nggak mungkin, soalnya kan itu barang panen setahun sekali jadi mau nggak mau kita harus langsung terima barang, kita kasih bayaran,” ungkap Ridwan Hakim. Cash flow menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dikelola dengan hati-hati.

Membangun usaha kopi, seperti yang mereka pelajari di perjalanannya, ternyata bukan hanya soal rasa atau teknik sangrai. Ini juga soal konsistensi, kesiapan menghadapi tantangan, dan keberanian untuk terus melangkah dari satu tahap ke tahap berikutnya.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x