Bagi sebagian besar pencinta kopi di ibu kota, ritual nongkrong di akhir pekan bukan lagi sekadar mencari asupan kafein penahan kantuk. Tren yang berkembang belakangan ini menunjukkan bahwa masyarakat urban semakin selektif dalam mencari kedai yang mampu menawarkan pengalaman sensorik dan emosional yang mendalam. Menangkap peluang tersebut, sebuah tempat kongko baru resmi dibuka pada September 2024 dengan membawa konsep yang sangat spesifik. Alih-alih mengikuti desain industrial yang kaku, kedai ini justru sukses memindahkan kehangatan budaya kopi melbourne ke Jakarta, menciptakan sebuah ruang komunal yang ramah, santai, dan penuh memori bagi siapa saja yang melangkah masuk ke dalamnya.
Area kedai ini sengaja dirancang dengan konsep ruang terbuka (open space) yang dipenuhi elemen tanaman hijau segar serta sapuan warna terakota yang hangat pada dindingnya. Kombinasi estetika visual ini lahir dari visi bersama tiga orang sahabat yang ingin menghadirkan ruang santai khas Australia di tengah padatnya aktivitas kota Jakarta.
Eksplorasi Menu Hibrida Antara Karakter Kuat dan Kuliner Lokal
Salah satu keunikan yang ditawarkan oleh kedai kopi ini terletak pada barisan menunya yang 80 persen terinspirasi langsung oleh apa yang populer di Australia. Varian minuman andalan mereka adalah Mont Blanc, sebuah kreasi kopi yang menggunakan metode cold brew sebagai bahan dasar utamanya, lalu dipadukan dengan lapisan krim jeruk (orange cream) buatan sendiri. Sebagai sentuhan akhir, minuman ini diberi siraman saus lemon serta taburan bubuk kayu manis. Ketika diminum, lapisan krim manis dan sedikit asam akan menyapa lidah terlebih dahulu, sebelum akhirnya bercampur secara alami dengan karakter pahit kopi yang pekat saat disedup lebih dalam.
Selain minuman, kreasi makanan di sini juga mencerminkan perpaduan dua budaya yang sangat melekat di hati masyarakat. Salah satu menu paling viral dan unik yang mereka tawarkan adalah sajian pai panggang yang berisi kombinasi Indomie goreng, telur mata sapi, dan kornet. Bagi masyarakat Indonesia, kombinasi bahan tersebut tentu sangat akrab di telinga sebagai menu internet khas warung kopi tradisional. Namun, di tempat ini, kebiasaan lokal tersebut dikemas secara modern di dalam balutan kulit pastry yang renyah di luar namun tetap lembut dan kaya rempah di dalam. Untuk melengkapi variasi, menu sarapan dan brunch populer seperti peri peri chicken hingga nasi goreng buntut khas lokal juga dihadirkan sebagai menu pelengkap yang harmonis.
Membawa Pulang Memori Kerinduan Akan Benua Kangguru Tanpa Harus ke Sana
Keputusan untuk membawa konsep ini ke Jakarta didasari oleh latar belakang para pendiri yang telah lama berkecimpung di industri makanan dan minuman selama hampir sembilan tahun. Setelah mengelola beberapa kedai kopi dan memahami karakteristik pasar secara mendalam, mereka melihat adanya kerinduan yang besar dari para pelancong maupun masyarakat ekspatriat terhadap cita rasa kopi khas Australia yang cenderung memiliki rasa earthy dan chocolatey yang sangat kuat.
Kolaborasi strategis yang dibangun oleh para pendiri ini akhirnya berhasil menciptakan sebuah wadah yang mampu menjembatani memori masa lalu dengan realita masa kini. Kedai ini tidak hanya menjadi tempat bisnis semata, melainkan menjelma menjadi medium bagi para pelanggan untuk bernostalgia atau bahkan merasakan pengalaman baru yang otentik.
“Karakter rasa kopi yang kami sajikan di sini sengaja dibuat cukup kuat, lebih earthy dan chocolatey yang memang menjadi ciri khas utama dari apa yang biasa ditemui di Australia. Harapan kami, para pelanggan yang pernah tinggal atau sekadar berkunjung ke sana bisa langsung merasakan kembali atmosfer, makanan, dan terutama kehangatan dari budaya kopi melbourne ini secara utuh di Jakarta tanpa harus bepergian jauh,” ungkap Kevin Andreas selaku salah satu co-founder usaha bersama mitranya, Marvin dan Vanessa.


