Pertumbuhan ekonomi nasional saat ini terus ditopang oleh performa positif dari industri makanan, minuman, serta penyediaan akomodasi. Dinamika ini didorong oleh lonjakan tingkat konsumsi domestik, langkah ekspansi yang masif pada sektor pariwisata, serta pergeseran gaya hidup masyarakat urban. Fenomena meningkatnya aktivitas makan di luar rumah (dining out) serta tren berlibur jarak pendek (staycation) yang berpadu dengan adopsi layanan digital terbukti mampu mentransformasi sektor perhotelan dan restoran menjadi motor penggerak ekonomi yang krusial.
Berdasarkan laporan Food Service – Hotel, Restaurant and Institutional Annual 2025, nilai pasar pada sektor tersebut di Indonesia bahkan telah menembus angka US$29 miIiar pada tahun 2024. Pencapaian ini tidak hanya melampaui performa sebelum masa pandemi, melainkan juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pasar foodservice terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Melihat potensi pasar yang begitu masif serta tantangan industri yang semakin kompleks, ajang pameran dagang internasional Food & Hospitality Indonesia 2026 akan kembali digelar pada tanggal 21 sampai 24 Juli 2026 mendatang. Lokasi pelaksanaannya dipusatkan di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. Melangkah ke edisi penyelenggaraan yang ke-20, pameran B2B ini terus memperkuat posisinya sebagai platform dagang terbesar dan terdepan di tanah air untuk sektor F&B serta perhotelan.
Integrasi Ekosistem Bisnis dan Peluang Kolaborasi Lintas Negara
Penyelenggaraan tahun ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman pameran yang jauh lebih komprehensif dan terintegrasi. Melalui satu akses masuk utama, para pengunjung bisnis dapat sekaligus menjelajahi area pameran Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), Hotel & Shop Design and Supply Asia (HSDSA), serta PROPAK Indonesia dalam satu kawasan terpadu. Langkah integrasi ini sengaja ditempuh untuk menyajikan ekosistem bisnis yang lebih lengkap serta membuka peluang terjadinya kolaborasi strategis lintas industri yang lebih luas.
Menurut Portfolio Director FHI 2026, Meysia Stephanie, pertumbuhan cepat pada industri F&B dan hospitality wajib diimbangi dengan kehadiran sebuah ekosistem bisnis yang mampu mempercepat pertukaran inovasi global.
“Pertumbuhan industri tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan tren, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi,” ujar Meysia Stephanie.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan keterlibatan lebih dari 500 perusahaan eksibitor yang datang dari 32 negara. Negara-negara yang turut berpartisipasi di antaranya adalah Amerika Serikat, Australia, Jerman, Italia, Brasil, Kanada, Finlandia, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Turki, hingga Uni Emirat Arab. Ribuan produk mutakhir, teknologi modern, serta solusi bisnis terbaru dipamerkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan operasional jasa boga yang terus berkembang.
Pada kategori Food & Beverage, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan merek-merek terkemuka seperti Greenfields Professional, Japfa Food, Kartikawira Adisukses, Karunia Sukses Gemilang, Long Beach Beverage Solution, Queen Food, Wilmond, Yummy, hingga Thai Flavour. Sementara untuk kebutuhan Food Service Equipment & Hospitality, berbagai solusi operasional disajikan oleh perusahaan manufaktur global seperti Gastro Gizi Sarana, Botanical Essentials, Robot Coupe, Unox, Nayati, Sango Hospitality, Indo Porcelain, Haengnam, Rotaryana, Diamond, Gea Getra, serta Chair Culture.
Pengembangan Talenta Profesional dan Edukasi Regulasi Industri

Selain menjadi ruang transaksi dagang, ajang Food & Hospitality Indonesia 2026 menjadi barometer perkembangan keahlian industri lewat berbagai kompetisi bergengsi. Bersama dengan Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), pameran ini kembali menggelar Indonesia Coffee Event yang mencakup Indonesia Barista Championship (IBC) untuk menyaring barista terbaik yang akan menjadi wakil Indonesia di panggung World Barista Championship (WBC). Kompetisi internasional lainnya seperti World Fashion Drinks Competition (WFDC) juga menggelar kreativitas para mixologist dalam meracik minuman dengan konsep storytelling modern.
Aspek pelestarian komoditas lokal turut diangkat melalui kompetisi Tea Master Cup Indonesia. Ajang ini bertujuan memperkenalkan keragaman karakter teh Nusantara yang kaya akan kandungan katekin ke pasar internasional melalui kategori Tea Preparation dan Tea Mixology. Di samping itu, aspek peningkatan kompetensi juga diperkuat lewat Masterclass Workshop Session yang dipandu oleh Association of Culinary Professionals (ACP) serta Wine Masterclass dari Indonesia Sommelier Association (ISA).
Menanggapi regulasi terbaru, ajang seminar industri tahun ini juga menggandeng LPPOM MUI untuk memberikan pemahaman mendalam terkait implementasi perluasan kewajiban sertifikasi halal yang mulai berlaku efektif pada Oktober 2026. Sementara itu, pihak Perum BULOG dijadwalkan mengisi sesi khusus untuk memaparkan tantangan serta strategi dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional di masa depan.
Mengusung Inovasi Ramah Lingkungan untuk Bisnis Berkelanjutan
Satu poin krusial yang menjadi pembeda pada penyelenggaraan edisi kali ini adalah fokus mendalam terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Keberlanjutan lingkungan kini telah bertransformasi dari sekadar tren menjadi bagian inti dari strategi pertumbuhan industri jangka panjang. Pihak penyelenggara ingin memastikan bahwa inovasi produk dan efisiensi teknologi harus berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Dalam mendukung misi tersebut, sejumlah perusahaan nasional dan internasional turut berpartisipasi memamerkan produk berorientasi keberlanjutan. Mulai dari pasokan produk organik, formulasi bahan makanan ramah lingkungan, solusi kemasan rendah limbah, hingga teknologi mesin yang hemat energi. Beberapa nama eksibitor yang membawa portofolio produk berkelanjutan ini antara lain Althea Ecobag, Bukit Foods, Meltique Beef, Flora Food Group, Healthy Choice, serta Nisuma.
Melalui penyediaan program FHI Business Matching, pameran ini memasangkan pertemuan tatap muka yang terarah antara para eksibitor dengan pembeli potensial, importir, dan operator hotel guna menciptakan peluang kerja sama yang konkret. Bagi para calon pengunjung bisnis yang ingin menghadiri seluruh rangkaian acara di Jakarta International Expo ini, proses pra-registrasi telah dibuka secara daring hingga tanggal 15 Juli 2026 melalui situs resmi Food & Hospitality Indonesia.



