Sebelum teh celup modern muncul, masyarakat Indonesia sudah lebih dulu mengenal tradisi menyeduh teh dengan cara unik. Salah satunya berasal dari Goalpara, Sukabumi. Inilah dia kisah mengenai teh legendaris dari Sukabumi yang kini jarang diketahui orang.
Nama Teh Legendaris Sukabumi yang Punya Akar Sejarah
Nama Goalpara mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tapi bagi para pecinta teh dan sejarah, nama ini menyimpan warisan yang kaya.
Kata “Goalpara” diyakini berasal dari istilah “Gwaltippika”, yang berarti desa penghasil susu. Nama ini mencerminkan latar belakang masyarakat agraris di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, yang memang sejak dulu bergantung pada hasil alam, termasuk peternakan dan perkebunan.
Pabrik Teh yang Berdiri Sejak 1908
Menurut sejumlah literatur, pabrik teh di Goalpara mulai beroperasi sejak tahun 1908, menjadikannya salah satu penghasil teh tertua di Indonesia. Di sinilah teh Assam pertama kali dibudidayakan dalam skala besar di tanah air.
Teh Assam sendiri dikenal berasal dari India, dan memiliki karakter kuat, warna pekat, serta aroma yang tajam. Jenis teh ini tumbuh subur di kawasan pegunungan Sukabumi yang berhawa sejuk dan memiliki tanah yang kaya unsur hara. Hal inilah yang membuat teh dari Goalpara dikenal memiliki kualitas tinggi hingga kini.
Tradisi Menyeduh Teh Sebelum Era Celup
Salah satu keunikan lain dari teh Goalpara bukan hanya pada rasanya, tetapi juga cara menikmatinya. Di masa sebelum adanya teh celup seperti sekarang, masyarakat menggunakan saringan teh tradisional untuk menyeduh daun teh lepas.
Saringan ini umumnya terbuat dari logam seperti kuningan atau tembaga. Pada beberapa sumber ditemukan juga ada yang terbuat dari anyaman bambu atau kain khusus. Penggunaannya memudahkan proses menyeduh teh tanpa ampas, sekaligus memperlihatkan detail dan kerapihan dalam budaya minum teh saat itu.
Hal menarik lainnya dilansir dari salah satu post di media sosial dari @jerrysukabumimesinwaktu, pada saringan teh logam tua masa kolonial ini memuat tulisan dalam bahasa Belanda:
“Laat zes minuten trekken” yang artinya: “Biarkan terendam selama enam menit.”
Kalimat ini menjadi bukti bahwa proses menikmati teh di masa lalu dilakukan dengan penuh perhitungan. Bukan hanya sekadar minuman, teh adalah bagian dari tradisi dan kesempurnaan rasa yang dijaga.
Teh Legendaris Sukabumi, Warisan yang Patut Dijaga
Goalpara bukan hanya soal teh, tapi juga cerita panjang tentang budaya, tradisi, dan warisan Indonesia. Di tengah tren minuman kekinian, kisah teh legendaris ini menjadi pengingat bahwa minum teh bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari sejarah yang patut dijaga.